Affichage de 46 résultats

Description archivistique
Seulement les descriptions de haut niveau
Aperçu avant impression Affichage :

Arsip Selokan Mataram Yogyakarta Kurun Waktu 1944 – 2021 sebagai Memori Kolektif Bangsa

  • ID 15032 MKB 2022
  • Collection
  • 1944 - 2021

Selokan Mataram memiliki dampak bagi sejarah dan budaya bangsa. Model kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono IX yang memihak kepada rakyat serta berusaha untuk melindungi keselamatannya. Negosisasi dengan Jepang sekaligus menunjukkan kepeloporan beliau bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta wibawa Sultan di mata bangsa-bangsa di dunia.

Rehabilitation Centrum Prof. Dr. R. Soeharso

  • ID MOWCAP RS
  • Collection
  • 1945 - 1950

Post Indonesian revolutionary war (1945-1950), many victims were physically injured and suffered mental illness. The Rehabilitation Center of Prof. R. Soeharso Surakarta became Asia’s first and largest rehabilitation center implementing the integrated concept of rehabilitation services. It was the referral center not only in Indonesia but also in the Asia-Pacific region in the 1950s-1970s. It not only provided medical treatment, but also the empowerment of the economy, social, and culture of the people with disabilities, notably providing equal treatment for women and girls with disabilities. The archives consist of textual (475 files), and photographic (2157) documents).

Arsip Transmigrasi di Jawa Tengah Tahun 1950 - 1999

  • Collection
  • 1950 - 1999

Transmigrasi merupakan salah satu bentuk perpindahan penduduk yang khas di Indonesia. Selama satu abad pelaksanaannya (1905-2005), dimulai sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda dengan istilah “kolonisatie” hingga jaman reformasi, secara demografis transmigrasi belum bisa dikatakan berhasil. Adapun tujuan demografis tersebut yaitu untuk pemerataan jumlah penduduk di suatu wilayah dan meningkatkan kesejahteraan penduduk yang dipindahkan.
Faktor pertambahan penduduk di Jawa Tengah telah mengakibatkan perlunya dilaksanakan program transmigrasi. Pelaksanaan transmigrasi meliputi: pola rekruitmen, sistem sosialisasi, pemberangkatan, dan dampak yang terjadi terkait pelaksanaan transmigrasi. Perubahan yang cukup mendasar dalam kebijakan kependudukan terjadi pada awal Orde Baru terutama melalui pentahapan sejak dalam Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I sampai dengan Pelita selanjutnya. Pemerintah Indonesia telah berhasil mengeluarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1972 Tentang Ketentuanketentuan Pokok Transmigrasi yang menjadi dasar dari pelaksanaan transmigrasi di Indonesia.
Berlanjut ke era reformasi hingga sekarang, transmigrasi merupakan bagian dari pembangunan nasional, mencetak penduduk Indonesia untuk memperkokoh ketahanan pangan dan perekonomian rakyat. Paradigma program transmigrasi berubah menjadi pembangunan berbasis kawasan yang melibatkan seluruh masyarakat di kawasan tersebut.
Arsip Transmigrasi di Jawa Tengah yang tersimpan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 13 daftar arsip mencakup tekstual dan foto sejumlah 5.173 berkas dan 1.783 foto positif.

Arsip Pembangunan Tugu Pahlawan (1951-1997)

  • Collection
  • 1951-1997

Arsip Pembangunan Tugu Pahlawan (ATP) merupakan himpunan dokumen tentang linimasa Pembangunan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya sebagai tetenger lokasi spesifik bernilai penting yang menghubungkan era kolonial Hindia Belanda, pendudukan Jepang, era Revolusi Kemerdekaan sebagai momen titik balik perjuangan bangsa Indonesia, hingga era kekinian di mana nilai kepahlawanan dan kejuangan diwariskan secara berkelanjutan. ATP merekam proses perencanaan, pembangunan, hingga peresmian Tugu Pahlawan yang terdokumentasi rapi dalam bentuk arsip tertulis, citra fotografis, desain bangunan, serta berita di surat kabar dan dalam kondisi terpelihara baik. ATP dapat dikategorikan dalam tiga bagian: pertama, arsip pra-pembangunan yang merekam korespondensi pejabat Kota Surabaya dan panitia pembangunan dengan pejabat pemerintah pusat serta arsip kendala pengumpulan dana pembangunan. Kedua, arsip proses pembangunan meliputi desain, peletakan batu pertama, serta proses pembangunan keseluruhan. Ketiga, pasca-pembangunan, meliputi arsip momen peresmian oleh Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, serta arsip proses pengembangan kompleks Tugu Pahlawan hingga kini. Arsip seputar pertempuran 10 November 1945 juga dihadirkan sebagai konteks sekaligus memperkuat nilai signifikansi sejarah. Tertulis dalam Bahasa
Indonesia ejaan Van Ophuijsen, Republik, hingga Ejaan Yang Disempurnakan, ATP layak ditetapkan sebagai memori kolektif bangsa karena memiliki signifikansi sejarah yakni arketipe nilai patriotisme dan nasionalisme yang diwariskan lintas generasi, serta signifikansi sosial yakni sebagai sumber penting untuk pendidikan dan penelitian sejarah.

Khazanah Arsip dr. A.K. Gani “Pioneer Aviation Corp. N.V.” Perintis Penerbangan Swasta di Indonesia (1951 sampai dengan 1957)

  • Collection
  • 1951-1957

Gejolak politik di dalam negeri setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda, belum sepenuhnya sistem kelembagaan dan aspek-aspek yudisial langsung begitu saja diberlakukan/diterapkan. Indonesia masih harus menjalani transisi bidang politik dan
hukum tidak saja untuk kepentingan nasional bahkan terhadap hukum internasional yang berlaku saat itu. Namun itu tidak menyurutkan langkah “Pioneer Aviation Corp. N.V.” untuk mendapatkan peluang dan kesempatan dalam dunia bisnis penerbangan di Indonesia.
Liku-liku dalam investasi dan negosiasi atas per-undangan dan jaminan dunia usaha cukup berat dilakukan pada saat itu. dr. A.K. Gani dan beberapa koleganya yang visioner lainnya mencoba memulai berinvestasi di bidang transportasi udara atau penerbangan, ternyata mempunyai pandangan lain bahwa iklim investasi, kepercayaan dunia internasional dan pengakuan kepada Republik Indonesia pada masa itu, dapat ditingkatkan melalui jalur penerbangan komersil yang saat itu masih menjadi “Bisnis Teknologi Transportasi” ekslusif dan terbatas. Meskipun belum dianggap berhasil mendapatkan pengakuan dan legalitas secara terbuka, setidaknya “Pioneer Aviation Corp. N.V.” telah menjadi perintis penerbangan komersil swasta di Indonesia hingga saat ini.
Khazanah Arsip dr. A.K. Gani “Pioneer Aviation Corp. N.V.” Perintis Penerbangan Swasta di Indonesia (1951 sampai dengan 1957) tersimpan di Museum dr. A.K.Gani Palembang dalam bentuk tektual, photo dan telah di Digitalisasi, yang menggambarkan perubahan bisnis transportasi udara di Indonesia.

Sukarno Speech: to Build the World Anew

  • ID 15032 F1
  • Collection
  • 1960

On September 30, 1960, 58 years ago at the United Nations Building, New York, the United States of America had an important event that was not only experienced by Indonesia but also by the world. On that day, Indonesia's first President Ir. Sukarno or commonly known as Bung Karno had the opportunity to present ideas in front of state leaders at the United Nations. The speech, entitled To Buid The World Anew, has shocked the world. In Reel this film shows the atmosphere of the 15th UN General Assembly and the welcome of President Sukarno's arrival in the United States. In this video, President Sukarno followed a series of events with US President Dwight Eisenhower and Prince Norodom Sihanouk of Cambodia and a dinner with delegates from the UN General Assembly. In this video, President Sukarno's early part of the speech was also presented at the 15th UN General Assembly. (Video and sound images are a bit clear).

THE BIRTH OF ASEAN (Archives about the Formation ASEAN, 1967 – 1976)

  • ID-ANRI ASEAN
  • Collection
  • 1967 - 1976

The ASEAN Formation archives are a set of documents that record the establishment of the Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) from the five founding countries including namely Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore, and Thailand. The
documents comprise the ASEAN Declaration 1967 and other related archives. These archives consist of 16 textual files, 1 photo, 1 film, 3 audio files and 12 oral history interview recordings.
The archives described the foundation for ASEAN to turn neighbors into cordial friends and trust deficit into mutual trust, not only in the region but also beyond. Furthermore, the archives also provide the evidences that the newly independent countries, the relatively smaller states compared to the competing Great Powers, also have their own agency by which they shape international politics into a more peaceful and stable landscape. The archives also portrayed the role of ASEAN in preventing conflict and
achieving stability in the region where diverse political and cultural situations take place. In addition, ASEAN's diplomatic approach, instilled values, and unique characteristics provide lessons to other regions in the world.

Résultats 11 à 20 sur 46